Tampilkan postingan dengan label Dinamika Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dinamika Kehidupan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Agustus 2016

Anak Pertama Itu, Bahunya Harus Sekuat Baja, Hatinya Harus Setegar Karang

Beginilah anak pertama...
Bahunya harus sekuat baja, hatinya harus setegar karang.

Tak ada yang tahu bagaimana dalam proses perjuangannya yang terlihat tangguh dan tegar itu ia bisa menangis sejadi-jadinya sendirian, ia tertatih berusaha melawan keterbatasan, ia bersikeras menerjang nasib keberuntungan.

Tak ada tempat meminta tolong bagi anak pertama, kecuali dirinya sendiri dan Allah. Tak ada tempat meminta yang akan menjadikannya payah, tak ada tempat merengek yg akan membuatnya tampak lemah. Ketika terpaksa meminjam pada teman, hati kecilnya selalu berteriak, "Saya harus segera sukses agar kelak bisa bantu orang lain juga." Ya, mandiri. Dibentuk mandiri atau terbentuk mandiri.


Menurut penelitian, anak pertama perempuan berpotensi lebih hebat dari anak pertama laki-laki. Menurutku itu karna ketika anak pertama perempuan merasakan pahit kehidupannya saat masih menjadi anak, naluri keibuan memanggilnya untuk tidak membiarkan anak-anaknya kelak menderita sepertinya.

Aku menggadaikan masa remajaku hanya menjadi kutu buku untuk bisa dapat beasiswa sejak SMP sampai lulus kuliah, motivasiku adalah agar punya bekal untuk mendidik anak dan menopang ekonomi keluarga.

Alhamdulillah punya suami juga anak pertama. Sehati sepaham dalam berjuang menjalani kehidupan. Betapapun kami mengalah pada kehidupan sebelumnya, meskipun tak banyak prestasi yang kami capai, yang terpenting hidup anak-anak kami kelak harus lebih mudah dari kami.

Itulah kami, anak pertama yang sering tak diperhitungkan.
:: gelombang.org ::

Senin, 08 Agustus 2016

Suatu Hari Kau Akan Menangis Karenaku. Aku Ingin Kau Menangis Setiap Kali Mengingatku

Setiap kali aku melihatmu, aku benar-benar ingin marah, bukan karena aku membencimu tapi karena sikapmu yang seolah tidak peduli dengan perasaanku. Kamu tidak peduli dengan segala apa yang aku rasakan, bagimu adalah tentang bagaimana kamu merasa bahagia dengan keinginan-keinginanmu yang tidak dapat dimengerti itu.

Kamu adalah pria cacat emosi yang tetap akan biasa-biasa saja sekalipun telah membuatku menangis. Tidak peduli apakah itu menyakitiku yang kusebut dengan mempermainkanku.


Aku Benci Melihatmu yang Masih Bisa Tersenyum Bahagia Seolah Tidak Pernah Menyakitiku

Aku benci melihatmu tersenyum bahagia, seolah tidak ada apa-apa. Padahal kamu tahu betul bagaimana menderitanya aku atas sikapmu yang bertingkah sesukamu. Seolah aku tidak cemburu melihat kamu dengan sesorang baru, aku benci saat kamu sepertinya melihat aku baik-baik saja ketika kamu mengabaikanku.

Aku Ingin Kamu Mengis Setiap Malam, Setiap Kali Kau Teringat Akan Kenangan Tentangku

Suatu saat nanti aku ingin kamu menagis, menangisiku saat aku sudah tidak lagi dismpingmu. Entah karena memang aku merelakanmu atau karena kamu meninggalkanku. Aku ingin kamu menagis setiap malam saat kengan tentangku terbayang olehmu. Agar kau ingin membuang semua yang kamu dapatkan dari menjalin hubungan denganku.

Aku Sangat Ingin Kamu Menjadi Marah Setiap Kali Mengingat Bahwa Kamu Pernah Memiliki Hubungan Denganku

Aku ingin suatu saat nanti kamu bisa merasa bersalah atas segala perbuatanmu padaku. Aku ingin kamu merasa marah pada dirimu sendiri lalu menyalahkan dirimu karena sudah sesuka hati memperlakukanku. Dan tidak pernah memperdulikan perasaanku.

Aku Ingin Kamu Merasa Bersalah Selama Sisa Hidupmu Karena Telah Menyianyiakanku

Aku sangat ingin penyesalan itu bisa kamu rasakan sepanjang hidupmu sampai kamu tak lagi memiliki kehidupan. Dan aku harap semoga tidak pernah ada kesempatan yang bisa membuatmu merasa bahwa aku telah memaafkanmu. Aku ingin sisa hidupmu nanti akan kamu habiskan dengan mengingat-ngingat betapa hebatnya dirimu telah menghancurkan hidipku.

Aku Ingin Kamu Membenci Dirimu Sendiri Karena Tidak Mencintaiku. Padahal Jelas-jelas Aku Mengemis Untuk Cintamu

Suatu saat nanti aku sangat ingin kamu membenci dirimu sendiri karena tidak pernah mencintaiku setulus hati. Aku ingin kebencianmu atas dirimu itu membuatmu juga membenci untuk menjalani kehidupan. Semoga ada saat dimana kamu merasa kalau dirimu tidak pantas untuk dimaafkan karena pernah menyia-nyiakan cinta.

Aku Ingin Setiap Kamu Merasa Bahagia, Kamu Merasa Telah Bahagia di Atas Penderitaan Orang Lain

Setiap kali kamu merasa bahagia aku sangat ingin kamu merasa bersalah, karena bahagia di atas penderitaan orang lai. Sehingga dengan begitu kamu tidak pernah sedikitpu merasakan bahagia yang benar-benar membahagiakan.

Aku Ingin Kamu Merasa Berhutang Padaku

Kelak aku berharap kamu akan selalu merasa berhutang padaku, merasa berhutang karena telah menyakitiku, mempermainkanku dan menyia-nyiakanku. Aku ingin kamu juga merasa berhutang atas semua segala rasa sakit yang aku rasakan karena ditimbulkan olehmu.

Duapah.com

Suatu Hari Kau Akan Menangis Karenaku. Aku Ingin Kau Menangis Setiap Kali Mengingatku

Rasanya aku ingin menolak takdir yang telah Tuhan tentukan untuk kita. Semestinya kita sudah bisa saling bersama, jika saja kita berjodoh. Namun apalah daya aku tak punya kuasa untuk mengubah keputusan Tuhan yang memilihkan kita pasangan masing-masing bukan memasangkan kita untuk saling memiliki.

Ini takdir paling pahit dalam hidupku, karena harus melepasmu yang sedari awal aku sangat percaya bahwa engkaulah satu-satunya orang terakhir yang aku ijini singgah di hati ini. Tapi semua hancur tanpa bekas.


Dulu Kita Pernah Sama-sama Saling Bermimpi Saling Memiliki Dan Saling Berbagi Namun Sayang Itu Tidak Bisa Kita Wujudkan

Kita sempat saling bermimpi akan membangun masa depan seperti yang kita inginkan masing-masing. Mimpi itu kita bangun dengan begitu rapi hingga tampak indah membuat kita buru-buru ingin segera mewujutkannya. Namun sayang kita tak dapat menebak akhir dari hubungan kita yang nyatanya harus berakhir sebelum sempat mewujutkan mimpi-mimpi itu.

Kau Hadir di Dunia Selamanya Bukan Untuk Bersamaku, Walau Kita Sempat Saling Bersama

Walau sempat saling bersama, saling mencintai dengan penuh ketulusan, namun nyatanya hadirmu ke dunia ini bukan untuk menjadi teman hidupku. Aku hanya diberi kesempatan untuk memilikimu, mungkin bukan memiliki hanya sekedar dipinjampam oleh pemiliknya untuk aku jaga agar tetap baik-baik saja sampai saatnya dia siap untuk menjagamu sendiri.

Rasanya Sangat Nyata Bahwa Aku Hanya Perantara Untuk Mengantarkanmu Bertemu Dengan Seseorang yang Memang Sudah Ditakdirkan Denganmu

Kini setelah kita tak lagi bersama, terlihat sangat nyata bahwa aku hanyalah perantara untuk mengantarkanmu pada sesorang yang memang ditakdirkan untukmu. Kenangan kita, kebersamaan kita adalah sebuah pembelajaran bagimu, untuk membuat hubunganmu dengannya lebih baik.

Aku Tak Bisa Memiliki, Menjaga Cintamu Walau Sesungguhnya Hatiku Mencintaimu

Dan keadaan hanya memberikanku satu pilihan sebesar apapun aku mencintaimu dan seperti apapun aku menyanggupi untuk menjagamu. Itu tidaklah cukup untuk menjadikanku bisa memilikimu seutuhnya. Berat hati rasanya namun aku tidak bisa menolak keadaan ini.

Seandainya Bisa memutar Waktu Kembali Aku Ingin Terlahir Sebagai Seseorang yang Memang Ditakdirkan Untukmu

Jika bisa memutar kembali waktu, jauh dimana aku bisa menentukan takdirku sendiri, aku ingin meminta agar aku dilahirkan sebagai seseorang yang memang ditakdirkan untuk dirimu. Bukan seseorang yang hanya menjadi teman perjalananmu hingga sampai kau menemukan teman hidupmu.
::: gelombang.org ::

Dear Kamu Calon Imamku, Aku Harap Nantinya Kita Bisa Menghadap Kiblat yang Sama

Ini tentang hati yang mempersipkan diri menunggu sosok yang masih samar-samar namun tetap diyakini akan datangnya. Masih sama seperti hari kemarin dan beberapa tahun-tahun yang lalu, sosok yang ditunggu itu tetap menjadi rahasia sang Ilahi.

Walau tanpa aku tahu seperti apa wujudnya, namun hati ini selalu bersedia menunggu dan selalu bahagia mendoakannya. Walau tidak pernah saling dipertemukan namun membayangkannya saja sudah bisa membuat hati senang.


Aku Harap Kamu Adalah Sosok yang Memiliki Satu Keimanan yang Sama Seperti Diriku

Bukannya aku ingin rasis dalam doaku, hanya saja aku sangat ingin dijodohkan dengan seseorang yang memiliki satu keyakinan dengan diriku. Karena aku ingin hadirmu bukan hanya sekedar menyempurnakan hidupku.

Wahai Calon Imamku, Sampai Saat Ini Menunggumu Masih Aku Perankan Seperti Biasanya

Sampai saat ini walau aku tak pernah tahu apakah kamu akan datang atau tidak, namun aku masih setia menunggumu dan meyakini bahwa kamu akan datang. Aku masih setia menunggu dengan penuh pengharapan kamu adalah yang terbaik untukku. Menunggumu seolah menjadi sesuatu yang aku perankan sampai saat dimana kamu akan tiba.

Aku Harap Saat Ini Aku dan Kamu Sama-sama Memperbaiki Diri, Untuk Segera Saling Dipertemukan

Aku harap kamu sama sepertiku saat ini, yang terus memantaskan diri agar kelak saat kita dipertemukan aku tampak layak untuk mendampingimu. Aku yakin saat kita sudah sama-sama pantas untuk dipersatukan, Tuhan akan segera dipertemukan

Walau Aku Tak Tahu Engkau Dimana Bahkan Wajahmu Tak Terlukiskan, Aku Yakin Saat Ini Kita Saling Mendoakan Dalam Penantian Rindu

Yakinku bahwa kamu juga mendoakanku sama sepertiku tak pernah berubah. Walau tak pernah tahu rupamu namun aku sudah bisa merindukanmu, entah aku tidak tahu rindu yang seperti apa ini. Rindu ini mampu membuatku mendoakanmu agar kamu tetap baik-baik saja.

Aku Yakin Kamu Akan Datang Diwaktu yang Tepat Untukku dan Untuk Menyempurnakan Agamaku Juga

Kedatanganmu masih saja Tuhan rahasiakan dariku, aku tidak tahu apakah Tuhan ingin membeeriku kejutan atau ingin menguji kesabaranku. Namun jelas hati ini mengatakan bahwa kamu akan didatangkan pada waktu yang tepat. Kedatanganmu bukan hanya untuk menyempurnakan kesendirianku namun juga agamaku
.
Semoga Hanya Akulah Satu-satunya Wanita yang Akan Menjadi Teman Sehidup Sesyurgamu

Bukan hanya merahasiakan kapan keedatangamu, Tuhan juga merahasiakan tentang siapa dirimu. Oleh sebab itu aku sangat berharap kamu masih satu dan akan tetap satu sampai datang menemuiku. Dan aku harap semoga hanya aku saja yang menjadi satu-satunya teman hidupmu, sehidup sesurgamu.

Duapah.com

Minggu, 07 Agustus 2016

Jika Kesabaran Tak Cukup Menyadarkan, Mungkin Kehilangan Akan Menyadarkanmu

Sudah sering kali aku lakukan menyabari setiap tingkahmu dan ketidak pedulianmu. Mungkin karena seringnya aku bersabar aku lupa bagaimana nyamannya menyampaikan segala unek-unek yang seharusnya dikeluarkan.

Aku suka kamu sibuk dengan alasan pekerjaanmu, dengan alasan menata masa depan kita. Tapi aku tidak suka jika kamu sama sekali tidak bisa ku kutanyai keberadaanmu?, dimana kamu, tidakkah kamu merindukanku, apa yang sedang kamu lakukan hingga tidak peduli padaku?


Apakah Aku Masih Berarti Bagi Dirimu? Lalu Seberapa Berartinya Aku Bagi Hidupmu?

Masih pentingkah aku dihidup kamu? masih ada kah peran penting ku dalam hari-harimu? masih kah aku memiliki arti di hidup kamu? ku bukan pajangan yang bisa kamu simpen ditempat manapun kamu suka, lalu kamu dengan bebas melakukan aktivitas kamu dan merawat pajangan itu sesuka waktu kamu kalau kamu ingat dan sempat.

Tidakkah Kamu Tahu Betapa Keras Usahaku Untuk Mengertikan Kamu?

Aku selalu mencobanya dan terus mencobanya, tapi pernahkan kamu mencoba mengerti betapa beratnya pengorbananku? pernahkah kamu sadar betapa besar kesabaranku? lalu pernahkan kamu sabar dengan penantianku?

Mungkinkah Kau Baru Akan Sadar Disaat Aku Tak Lagi Ingin Kau Peka Dengan Kehadiranku?

Entahlah aku tidak tahu aku harus bagaimana untuk membuatmu peka atau menunggu sampai kapan kamu akan peka dengan apa yang aku rasakan. Mungkinkah kamu baru akan mengerti saat aku tidak lagi menginginkan kamu peka, mengerti mauku? Jika itu maumu berarti saat itu aku sudah tidak lagi ada disampingmu.

Aku Mulai Berhenti Berharap Hal-Hal Yang Indah Bersamamu. Kesibukanmu, Ketidak Pedulianmu, Pengabaianmu Membuatku Lelah

Aku lelah berhap pada hal-hal indah yang pernah kamu janjikan dulu, yang pernah kita bicarakan dulu. Aku lelah meyakini bahwa kamu sedang berjuang untuk itu. Aku lelah percaya bahwa kamu akan melakukan apa yang kamu katakan dulu.

Bagimu Apakah Cinta? Gabungan Antara Dua Kesatuan, Yang Satu Terus Terusan Sabar Dan Yang Satunya Lagi Tak Kunjung Sadar

Kini aku melihat cinta itu sudah berbeda, cintamu sudah memiliki makna yang lain. Cinta yang terus memaksaku harus terus menyabari setiap kesalahanmu yang sengaja kamu lakukan. Sementara dirimu tak pernah menyadari apa yang telah aku rasakan ini.
:: gelombang.org ::

Murahkan Maharmu dan Mahalkan Cintamu, Jangan Sampai Kebalik

Masa muda adalah masa dimana kita dipenuhi dengan pertemanan dan percintaan. Diusia ini kita akan belajar menyukai atau jatuh cinta pada seseorang yang bukan keluarga kita sendiri.

Di masa muda ini rasanya tidak ada yang lebih penting dari percintaan, karena kadang memang ada sebagaian dari para remaja yang lebih mengedapankan urusan pacaran dan kesenangan masa muda saja. Terutama wanita yang kadang dengan gampangnya menerima pria yang ingin menjadikannya kekasih.


Giliran Pacaran Kamu Terima Semua Pria yang Menyatakan Perasaan Sama Kamu Asalkan Memiliki Tampang yang Lumayan

Di luar sana ada perempuan yang tampak sangat senag banyak pria yang menyatakan perasaan, dengan mudahnya gonta ganti pacar. Mereka tampak sangat bahagia dengan sesuatu yang membuat cinta mereka tampak terlihat murah.

Mereka Tampak Bahagia Memiliki Banyak Mantan, Mereka Tidak Sadar Jika Itu Malah Membuat Mereka Terlihat Gampangan

Karena banyak mantan seolah menunjukkan bahwa mereka populer, mereka akhirnya senang kalau mereka banyak mantan, bangga kalau pernah pacaran dengan si A, si B dan si C dan seterusnya.

Memiliki banyak mantan seolah membuat mereka sangat laku sampai mereka tidak sadar bahwa mereka bukanlah barang dagangan yang harus laris manis dijual. Mereka tidak tahu kalau banyak mantan malah membuat mereka tampak gampangan jatuh dalam pelukan setiap lelaki yang mendekatinya.

Setelah Hatimu Dikuasai Nafsumu Lalu Semua Yang Mengatas Namakan Cinta Dengan Mudahnya Kamu Permudah

Kadang ketika kamu benar-benar ‘mabuk’ cinta, kamu bukan hanya membuat cintamu yang menjadi gampangan tapi juga dirimu sendiri. Sesuatu yang mengatas namakan cinta kamu permudah tanpa menyeleksi apa saja yang benar-benar mengatas namakan cinta.

Mana yang bermanfaat buat masa depanmu mana yang tidak kamu kadang tidak peduli dan tidak terlalu perhitungkan karena sudah di awali dengan kata atas nama cinta.

Tapi Ketika Ada Yang Hendak Melamar Lalu Kamu Meminta Mahar Setinggi-Tingginya, Apalagi yang Melamar Tampangnya Pas-Pasan

Kadang ada sebagian dari perempuan diluar sana yang dengan sangat mudahnya menerima cinta orang pria yang hanya datang ingin bersenag-senag saja, namun saat datang pria yang mengajaknya untik menikah mereka memasang mahar yang tinggi.

Apa lagi jika yang datang melamar tampangnya pas-pasan, tidak seperti keinginan. Karena takut malu masak mantannya ganteng suaminya jelek, mereka pun akhirnya memasang mahar yang tinggi. Ini Bboleh dikatakan sebagai bentuk penolakan yang lembut.

Ingat Semakin Tinggi Ilmu Seorang Wanita, Maka Semakin Rendah Mas Kawinnya. Karena Yang Berilmu Akan Memudahkan Sunnah

Wanita yang banyak memiliki ilmu pengetahuan pasti tidak akan dengan mudahnya menerima hati pria, tidak akan mudah jatuh cinta dan tidak akan mempersulit pria yang datang untuk menikahinya. Karena mereka tahu pernikahan adalah cara berpacaran yang sesungguhnya. 

Duapah.com

Untukmu Calon Imamku: Takkan Habis Aku Berdo’a Tuk Jadi Kekasih Halalmu

Dalam hidup ini setiap orang pasti memiliki kisahnya masing-masing, begitu juga dengan diriku. Semua orang pasti pernah berjuang, bediam, menunggu dan banyak berdoa seperti yang aku lakukan saat ini.

Semua itu merupakan wujud dari harapan agar kelak kita dijodohkan dengan orang yang baik seperti yang diinginkan kita, dan mungkin seseorang itu adalah yang saat ini selalu bersama kita atau yang masih menjadi rahasia Tuhan.


Teruntukmu Yang Ada Disana, Kuatlah Dan Bersabarlah Bawalah Kau Ada Dalam Doa Dan Sujudku, Agar Cinta Kita Nanti, Hanya Kerana-Nya

Teruntukmu yang tak dapat kupandangi dan tak dapat aku sentuh, percayalah bahwa aku selalu mendoakanmu sekalipun aku tak pernah mengenalimu. Aku tidak pernah lupa memohon agar Tuhan selalu memudahkan urusanmu. Memberimu kekuatan untuk menyelesaikan segala sesuatu yang menjadi kesulita-kesulitanmu.

Yaa Allah Sabarkanlah Aku Dalam Penantian Ini. Tautkan Hatiku Dengan Seseorang Yang Mencintaimu

Ke pada Tuhan, aku selalu berdoa agar aku selalu diberikan kekuatan untuk tetap nyaman sendiri sampai saatnya tiba dimana kamu akan datang menempati posisimu yang sesungguhnya. Tidak hentinya aku berdoa agar aku hanya dibuat hanya jatuh cinta padamu saja.

Aku Percaya Kau Sedang Memperbaiki Dirimu, Memantaskan Dirimu Tuk Menjadi Imam Bagi Tulang Rusukmu Dan Buah Hati Kita Kelak

Wahai seseorang yang telah tertulis di lauhul mahfudz, imamku dan ayah dari anak-anakku, engkau yang akan bersamaku dalam perjalanan nanti aku yakin jika hari ini jauh di sana kamu sedang sibuk memantaskan dirimu dengan sesungguhnya. Aku yakin engkau selalu melakukan hal-hal yang baik untuk orang lain dan untuk hidupmu sendiri.

Aku Percaya Kau Sudah Merancang Hidupmu, Hidup Kita, Keluarga Kita, Nantinya Juga Untuk Dakwah, Untuk Ummat, Dan Hanya Kerana-Nya

Aku percaya di manapun kamu berada kau sedang memantaskan diri, mempersiapkan dirimu untuk menjadi seorang pemimpin untuk keluarga kita kelak, dan untuk menjadi tempat bagi seseorang yang membutuhkan bantuanmu.

Akupun Begitu, Aku Sedang Belajar Menjaga Diri, Menjaga Pandangan Dan Hatiku, Agar Ketika Kau Memiliki Hati Ini, Hati Ini Masih Utuh Sempurna Hanya Untukmu

Di sini tanpa kamu ketahui aku terus berusaha memperbaiki diriku sendiri, menjaga hati, menjaga pandangan dan perbuatan agar kelak saat kita dipersatukan hati ini seutuhnya hanya menyukaimu dan belum pernah menyukai atau bahkan tidak pernah menyukai sesorang yang selain dirimu.

Aku Juga Sedang Belajar, Meniti Dakwahku, Meniti Cita-Cita Duniaku, Meniti Cita-Cita Akhiratku, Agar Kelak Aku Juga Bisa Membantumu Mendidik Anak-Anak Kita

Kerana kau tahu? Kelak meskipun kau Imamku, ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya kelak, akupun memantaskan pengetahuanku bukan tentang akhiran saja namun juga duniawi. Agar anak-anak kita tidak hanya tahu tentang agama saja namun juga tau tentang pengetahuan duniawi.

Duapah.com